leo-chuu

VisualxDischarge

Sabtu, 01 Oktober 2011

Je Me Souviens Chap 1 | Aoi X Nao

Author             : Leo lagi galau gara-gara drummernya chocoretto. *nao, shin ama chobi pundung. *andra gantung XDXDXD~

Title                 : je me souviens

Chap                : 1/?

Fandom           : the GazettE , Alice Nine

Pair                  : Aoi X Nao (main) , Tora X  Nao

Summary         : ”aoi .. ah.. slowly please baby~ ah~ aoi kau terlalu kasar. Ah… aoi.” Nao merintih dan mendesah manja. Aoi tak menghiraukan dan terus melanjutkan aktivitasnya dalam tubuh nao. Kini aoi merasakan nao dalam dirinya dan nao seutuhnya miliknya. Setelah aoi selesai melakukan orgasme dalam tubuh nao dan mengelus lembut rambut nao membuat nao senyaman mungkin agar tak membuat nao ketakutan dan melihatnya seperti orang yang telah menyakitinya

Genre              : Angst, smut (abal)

Coment           : ngak ada edit. Maaf kalau ada salah typo. *duakh

A/n                  : saya bener-bener lagi jatuh cinta ama ini pair. XDXD

Disclaimer       : nao punya saia sorang ! yang lain punya emaknya.

Please enjoy it. :3



--------------------------


            Ditoko itu seorang pria dengan mantel dan syal yang menempel di tubuhnya dan sesekali ia merapatkan mantelnya.

”Aoi pasti suka dengan ini, aku yakin dia pasti kaget dengan apa yang aku bawa. Aku sudah tak sabar dengan reasimu nanti.”

Setelah mengatri , nao segera pulang karena aoi pasti sedang tertidur pulas di ranjang, ia ingin melihat ekspresinya saat ia kagetkan pasti luchu sekali.

Nao membuka kamar Aoi yang sedang tertidur pulas di ranjang. Dengan lembut ia membangunkan Aoi karena ia sudah selesai dengan masakannya dan ia ingin aoi mencicipi masakannya yang pertama.

”aoi, ayo bangun. Ini sudah siang.” Nao sedikit mengoyangkan badan aoi agar Aoi bangun tapi aoi justru makin menutupi seluruh tubuhnya dengan selimutnya. “aoi ayo bangun. =3=”

Aoi yang sengaja menunggu rajukan dari naopun hanya bisa gemas melihat tingkah nao itu. Da akhirnya ia menarik tubuh nao dalam selimutnya.

“hei kau menganggu aktivitasku pooh. Kau harus dihukum atas ini.” aoi membalikka posisi dari nao yang semula ada di atas tubuhnya kini berbalik berada di bawahnya.

”Aoi kau mau apa? bukankah  semalam kau sudah memintanya.” kini wajah nao merona dan itu semakin membuat aoi gemas dan darahnya kini bergejolak,

”kau tahu kau yang membuatku seperti ini. Kau membuat darahku menjadi liar baby~” aoi sedikit membelai rambut hitam dan merah Nao. Nao merasakan jantungnya berdegup kencang bahkan ia bisa merasakan nafas aoi.

’aoi, ku mohon nanti malam saja.’’ Pinta nao dengan wajah yang seperti kepiting rebus.

’aku mau sekarang baby~ atau kau mau aku marah padamu dan aku tak meyapamu seharian penuh. (=v=)” aoi merajuk.

”tapi....” sebelum nao selesai bicara bibir aoi sudah menguncinya. Ciuman aoi mulai meliar. Kini ia mulai mengigit bagian bibir bawahnya. Nao hanya mengerang dan ia tak bisa ingkari bahwa ia menikmati ciuma aoi ini. Kini ia tahu pasti setelah ini Aoi akan memaksakan lidahnya masuk dalam mulutnya. Dan nao hanya menuruti keinginan aoi, kini lidah aoi menari lincah dalam bibirnya. Mencari lidah nao dan kini menjelajahi dan menghisapnya dalam. Nao mendesah manja.

’aoi.. ah .. ku mohon hentikan aku...” kini mereka mengulangi ciumannya. Aoi kembali melakukan deep kiss dan tangannya mulai menjelajahi setiap inci tubuh nao. Tanggannya dengan lincah menyingkap baju nao dah menikmati setiap lekuk tubuh nao. Kini tangannya mulai menjalar kebagian bawah nao. Kini Aoi mencoba melepaskan celana nao dan ia mencoba mencari lubang ke dalam tubuh nao.

”aoi .. ah.. slow please baby~ ah~ aoi kau terlalu kasar. Ah… aoi.” Nao merintih dan mendesah manja. Aoi tak menghiraukan dan terus melanjutkan aktivitasnya dalam tubuh nao. Kini aoi merasakan nao dalam dirinya dan nao seutuhnya miliknya. Setelah aoi selesai melakukan orgasme dalam tubuh nao dan mengelus lembut rambut nao membuat nao senyaman mungkin agar tak membuat nao ketakutan dan melihatnya seperti orang yang telah menyakitinya.

”nao, aishiteru yo.” aoi melempar senyum manis pada nao dan nao membalas senyum aoi.

’aishiteru mo Aoi. Aoi boleh aku menciummu ?” kata  nao bangkit dari tidurnya,

’he? Benarkah?” aoi tersenyum manis. ”dengan senang hati pooh. Lakukanlah kalau kau ingin.” aoi bangkit dari tidurnya. Dan kini mereka saling berhadapan.

”tapi pejamkan matamu. Aku mohon.” aoi menuruti keinginan nao. Ia memejamkan matanya dan nao mencium lembut bibir aoi. aoi merasakan hatinya sekarang seperti ingin meledak. Setelah sekian lama ia selalu memulai kini nao mulai membuka dan mulai menginginkannya, ciuman itu mungkin tak seperti ciumannya tapi tersa manis.

Ditengah aktivitasnya handphone milik aoi berdering. Nao sedikit jengkel dengan itu. Tanpa menghiraukan aoi yang sedang berbicara, nao menciumi setiap inci dada aoi.

”nao kumohon hentikan sebentar. Biarkan aku bicara sebentar pada temanku.” apa aoi mengacuhkannya?? Hanya demi sebuah telfon?

’nao kau cepat pakai bajumu temanku datang dari kyoto. Dia ingin menginap disini untuk beberapa waktu. Dia akan memakai kamarku dan aku akan satu kamar denganmu. Kau tak keberatan kan sekamar denganku sayang?’ aoi berharap pada nao,

”tentu saja tidak. Aku justru senang. Bukankah biasanya kita satu ranjang?’ nao bergurau


                                                            xxXXXxx

hari ini teman aoi yang dimaksud itu datang. Entah kenapa persaan nao tidak menentu saat mengetahui teman aoi datang hari ini. Ia merasa takut, perasaan itu datang lagi. Persaan takut pada seseorang yang menyakitinya.

Mata nao tertuju pada sosok yang ia lihat sekarang. Sosok yang tak asing baginya. Tora ? orang yang membuatnya terpuruk selama ini sekarang sedang bersama aoi.

”nao, ini tora , tora ini nao.” nao hanya diam terpaku. Kakinya terasa lemar. Kini tangannya bergetar hebat saat  melihat sosok yang tak asing baginya, ia pria yang telah menyakitinya dan aoilah yang menyembuhkan luka itu dan mengantikan bekas orang itu dengan cintanya.
Tubuhnya bergetar hebat, kakinya terasa lemas dan perasaan itu sekarang muncul kembali. Perasaan takut yang selama ini terkubur dalam kini satu persatu muncul kepermukaan. Orang itu datang lagi. Kebahagian yang selama ini ia rasa bersama Aoi tersa hilang sudah.

Nao semakin bergetar hemat. Keringat dingin mengucur dari wajah manis dan imutnya. *Author mati ditempat* ia terduduk lemas dilantai saat Tora akan mengulurkan tangannya.

”jangan sentuh aku ! aku mohon jangan sakiti aku lagi. Aku mohon.” nao menjerit. Itu membuat aoi bingung. Apa yang terjadi pada orang yang sangat ia sayangi ini. Ia kembali menjadi yang dulu. Nao menangis sejadinya dan setelah itu ia kehilangan kesadaran.

TBC (Tekanan batin Cinta)


Akhirnya fanfic ini saya post juga. ^_^
Setelah berusaha buat nyari pinjeman laptop ama modem temen yang jenguk saya di rumah sakit gara keracunan makan cap je di alun-alun.

Rasanya di inpus itu ngak enak. Apa lagi pas ditusuk tusuk buat nyari urat nadinya. T___T
sakit banget !!! hiks hiks

Ya sudah , kripik dan sarannya saya tampung. Saya lebih reila fanfic saya di caci maki dari pada dicuekin.  Happy read. ^_^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar