leo-chuu

VisualxDischarge

Minggu, 25 Desember 2011

Squel fanfic Je Me Souviens | Aoi X Nao ~ Special Xmas eve | one shoot [SMUT!!!]

Squel fanfic Je Me Souviens | Aoi X Nao ~ Special Xmas eve | one shoot [SMUT!!!]

Author            : Vileoftira Rizky Naoyuki

Title                 : Je Me Souviens

Genre              : MXM , smut (abal)

Pair                 : Aoi X Nao

Fandom          : The GazettE, Alice Nine

Disclaimer      : Nao is mine. XDa ini cerita punya saya dan aoi punya emaknya. XDXDXD~

Warning          : Garing, abal, aothir. Silakan kalian siapakan bantal, kasur, guling dan juga suami minna semua. Karena fanfic saya ini sangat garing. T__T


Maaf ini fanfic garing banget. T/\T lama ngak bikin fanfic pas bikin lagi rasanya kaku gitu. Tapi semoga minna suka.

Douzooooo~ (^0^)//





Pemuda manis itu kini menatap sebuah gitar dengan warna hitam legam diemperan toko musik itu. Senyum manis terpancar indah dari raut wajahnya membuatnya semakin terlihat mempesona. Ia membayangkan jika seseorang yang sangat ia cintai memainkan gitar  tersebut dihadapannya. Menyanyikan lagu syair cinta untuknya.

Pemuda itu kemudian memutuskan untuk masuk dan membeli gitar itu sebagai kado natal untuk kekasihnya. Untuk Aoi.  Selesai dengan gitar tersebut pemuda manis dengan pipi chubby itu melanjutkan perjalannya.

“huft.. malam natal kali ini pasti sangat istimewa. Semoga aoi suka dengan kado ini.”


-xxXxx-

Pemuda dengan piercing disudut bawah bibirnya itu kini menatap jam tangannya. Ia ingin segera pulang dan tentunya menghabiskan malam natal ini bersama Nao. Ia melirik sebuah kotak besar dengan hiasan warna-warni disana.

Sebuah ketukan pintu membuyarkan lamunannya. Seorang perempuan cantik—yang rernyata adalah sekertarisnya muncul dari balik pintu. Memperlihatkan senyum indah yang pasti memikat hati setiap lelaki.

“Aoi-san ada tamu yang ingin bertemu dengan aoi-san.” Ucap wanita berparas cantik itu.

Aoi sedikit terlihat memicingkan mata. Ia mengingat kembali apakah ia mempunyai janji dengan seseorang , tapi sepertinya tidak.

“siapa yang ingin bertemu denganku?” jawabnya singkat.

“Tuan Kai.”

Sekilas senyum muncul dari wajah Aoi. “bawa dia kemari.” Jawabnya singkat.

Tak lama kemudian sosok Kai muncul dari balik pintu. Ia melempar senyum manis dengan dimple yang terlihat sangat menawan.

“sahabatku Aoi. Apa kabar kawan?.” Kai menghampiri Aoi dan duduk dikursi yang berada didepan aoi.

‘ada apa kau kemari kai? Tidak biasanya.”

“Aku hanya ingin menemui sahabatku. Itu saja. ^^”  jawab kai singkat. “bagaimana malam natalmu malam nanti dengan Nao?” lanjutnya.

“aku sudah membelikannya kado natal. Dan rencana Misa bersama nanti digereja.” Jawab aoi.

“hanya itu?” kai terlihat antusias.

“uummm.” Aoi menganguk.

“tak ada kejutan? O_O kawan kau tak romantis sekali.”

‘aku tak ada niat untuk itu kai.” Jawab aoi malas. “melihatnya pulih seperti sekarang saja aku sangat bahagia. Aku tak minta lebih. ^^a” aoi mengaruk belakang kepala yang sebenarnya tidak gatal.

Kai terlihat sedikit berpikir dan kemudian mejentikan jemarinya menandakan ia punya ide. Kemudian ia berbisik pada aoi dan kemudian senyum licik terpancar dari wajah aoi dan juga kai.

(._.)a


Nao terlihat sibuk dengan dirinya sendiri. Memilih pakaian yang akan ia gunakan nanti malam. Ia ingin Natal tahun ini sangat berharga baginya dan juga aoi. Ia ingin berdoa agar hubungannya dengan aoi terus hangat seperti ini.

Handphone naopun berdering , sebuah telfon dari aoi.

“moshi-moshi. Aoi ada apa?”

“Nao, ngh aku minta maaf malam ini aku tak bisa melewatkan malam natal bersamamu. Aku ada rapat dengan rekan bisnisku. Maaf aku tak bisa menepati janjiku.” Ucap aoi penuh dosa di seberang sana.

“tak apa aoi. Aku mengerti. Tapi kau akan pulang kan malam ini?” nao sedikit berharap.

‘aku tak janji nao. Mungkin aku tidak pulang. Maafkan aku.”

“ouh , sudahlah tak apa. Asal kau tetap sehat aku bahagia kok. Jaga diri baik-baik aoi.” Telfon itupun putus. Wajah manis nao kini terlihat murung. Ia sudah mempersiapkan semuanya hari ini. Kado natal, kue dan bahkan ia sudah menyiapkan dirinya untuk aoi. Tapi semua diluar dugaannya. Aoi lebih mementingkan pekerjaannya daripada malam natal bersamanya,


Malam natal itupun tiba. Waktu menunjukkan pukul tujuh malam. Nao segera bergegas dari rumahnya menuju gereja ia melaksanakan misa natal. Jalanan yang ditutupi salju semakin membuat hirup pikuk kota Tokyo semakin indah. Banyak orang berlalu lalang menuju gereja. Ia merapatkan mantel jaketnya agar ia merasa sedikit lebih hangat. Andai ada aoi, pasti ia tak akan merasa kesepian seperti ini. Tanpa Nao sadari seorang lelaki jangkung kini menatapnya dari kejauhan. Mengikutinya dari tadi,.

Sang pastor kini memanjatkan puji-pujian dan doa secara khusuk. Begitu pula nao. Ia memejamkan kedua matanya dan mengatupkan kedua tangannya didepan dada.

“Bapa, lindungilah kami dengan kasihmu. Lindungilah aoi dengan dekap kasihmu. Lancarkanlah hubungan kami sampai maut memisahkan kami. Demi anak dan juga roh kudus. Lindungilah kami hari ini dan sampai kami mati. Amin.”

(;o;)____(;A;)

Nao merasa ada yang janggal dengan rumahnya. Bukankah saat ia berangkat ke gereja tadi ia sudah mengunci rumahnya. Kini jantungnya kembali berdetak kencang. Entah kenapa ia kembali teringat akan masa lalunya yang kelam bersama tora. Tidak , tapi itu pasti tidak mungkin. Tora sudah mati dia sudah mati dan sekarang ia sudah mendapatkan balasan yang setimbal di neraka.

Ia dengan perlahan masuk kedalam rumah dan segera berajak kekamranya.

“GYAAAAAA !!!” seketika nao berteriak sekencang mungkin.

“sssttt~ nao aku aoi. Hei, kau tak perlu setakut itu sayang.” Aoi segera membawa nao dalam dekapannya, membuat nao tenang. Ia mengusap lembut rambut ano dengan penuh sayang.

“aoi, bukankah kau…” belum selesai nao bicara segera aoi mengunci bibir nao dengan bibirnya. Menciumnya lembut dan  dan dalam. Naopun segera merespon ciuman aoi. Ia mengalungkan tangannya keleher aoi. Menikmati sensasi yang diberikan aoi.

Aoi kini mencari jalan dalam bibir nao. Mencoba memasukkan lidahna kedalam bibir nao. dan saat nao mulai luluh akan pertahannya ia menikmati setiap inci yang ada dalam mulut nao. mereka saling bertukar saliva dan lidah mereka masih berkutat satu sama lain. Rehat sejenak dengan ciuman mereka untuk mengambil oksigen aoi kembali menviumi leher nao. membuat beberapa kiss mark disana.

“nnghh~ aoih~” nao hanya bisa pasrah dengan apa yang aoi lakukan. Ia tak bisa melawan karena sebenarnya ia juga ingin. Dari lubuk hatinya ia terus menikamati apa yang aoi lakukan padanya.

Aoi dengan sigap mendorong nao menuju ranjang. Setelah nao duduk di ujung ranjang, ia membuka mantel dan juga kemeja yang nao kenakan tanpa mengurangi aktivitasnya dileher nao. ia terus membuat beberapa kissmark dileher nao. belum puas diatas sana ia terus turun dan menandai dada nao dengan beberapa kissmark disana. Sementara bibirnya terus membuat kissmark pada tubuh nao tangannya masih terus berkelut dengan pakain nao. tangan kanannya berusaha membuka resleting celana jeans nao dan tangan kirinya dengan sigap meraba selakangan nao.

“ngghh aoih.. aoiihh ahh~” nao hanya terus mendesah menikamati permainan aoi. Tanpa ia sadari tangannya ikut meraba selakangannya sementara sang junior miliknya telah menegang disana. *author ngak bisa nerusin #plak >///////*  aoi hanya tersenyum tipis melihat kekasihnya tersebut semakin membuat darahnya bergejolak.

“kau curang aoih.~ kenapa hanya aku yang terlihat memalukan seperti ini. =3=’ ucap nao protes

Tanpa menjawab aoi mengerti apa maksud perkataan nao. ia segera melucuti pakaiannya. Dan sekarang mereka berdua sama-sama nacked. Tanpa membuang waktu lagi aoi kembali meneruskan aktivitasnya. Ia sekarang berkutat dengan junior nao. ia meremasnya dan sesekali memainkan nao’s ball dengan lihainya.

“aoiiihh~ ngg akuuhh~” nao merasakan punyanya semakin menegang. Aoi juga merasakan bahwa nao akan segera berorgasme. Ia kemudian mengangkat tubuh nao yang semula terlentang kini duduk didepannya. Ia menyandarkan pungung nao pada dada bidangnya. Tangannya terus mengocok junior nao cepat dan semakin cepat.

“ahhh~ aoiihh ngghh~” nao semakin lama semakin tak karuan. Keringat membasahi tubuhnya membuatnya semakin terlihat erotis. Ia mengalungkan tangan kanannya pada leher aoi. Nao sesekali mengingit bibir bawahnya yang merona membuat nya terlihat makin seksi. Tanpa mengurangi konsentrasinya dibawah sana aoi melahap bibir nao dengan nafsunya. Ia terus menikmati permainannya sendiri. Menikmati sang junior nao yang semakin menegang dan juga menikmati bibir nao yang kini berkutat bertukar saliva dengannya.

“aoih, ple~ase hah~ nggh~ mo..rehh~ Give meh more~ bebiih~~”

Nao sudah mencapai puncaknya. Ia merasakan sang junior akan segera berorgasme.

‘aoihh.. akuhh~”

Croot ! tangan aoi yang sedari tadi terus mengoyangkan milik nao keatas kebawah semakin cepat kini penuh dengan sperma milik nao. dan kini ia segera menyiapkan juniornya untuk nao. tapi sebelumna ia ingin meberi jeda untuk kekasihnya beristirahat.

“nao, kita lanjutka. Kau tahu punyaku sudah tak bisa diajak kompromi.” Ucap aoi menyeringai. Naopun hanya menanguk pelan.

‘aoi. Aku ingin merasakan punyamu.’ Ucap nao dengan kepala tertunduk.

“tentu. Akhirnya kau menginginkannya juga.” Kini nao melahap junior aoi yang ternyata sudah menegang dibawah sana. Ia mengulumnya seperti permen, menikmati sang junior aoi semakin lama semakin menegang didalam mulutnya.

Aoi kini terus memaksakan nao melahap miliknya sampai masuk keseluruhan. Tangannya kini terus mendorong kepala nao kedepan.

“bebih~ nggh cepat sedikit nao. akuhh nngghh~” dan aoi kini telah berorgasme dalam mulut nao. nao tersedak namun segera ia menguasai milik aoi lagi. Sebagian sperma milik aoi tumpah ke tempat ridur dan yang lainnya ia telan.  Ia terus melanjutnkan menikmati milik aoi.

“Nao, ngghh~ nao” aoi mengangkat kepala nao yang sedari tadi masih berkonsentrasi dengan miliknya. Ia tersenyum manis kearah nao.

Kemudian aoi kembali melanjutkan aktivitasnya dengan nao. ia membalik tubuh nao dan tangannya mencari lubang menuju milik nao. kedua jarinya ia masukkan sebagai pemanasan awal(?) setelah nao sedikit terbiasa satu jarinya lagi menyusul.

“aoii ittaii !!” teriak nao. walau ini memang bukan pertama kali baginya tapi tetap saja ia merasa sakit.

‘sebentar lagi sayang. Ini akan kuakhiri.”

Jleb !

Nao merasakan sesuatu yang keras masuk kedalam lubangnya. Ia mencengkeram keras seprai didepannya.

“aoi nggh, cepat~ ahh~”

Aoi terus mencoba memasukan sang junior yang sudah benar-benar menegang didalam sana. Ia terus memaju mundurkan sang junior agar mencapai titik akhir nao. sementara nao semakin kuat mencengkeram seprai didepannya.

“nao~ I’m coming beibih~”

Aoi kembali berorgasme dalam tubuh nao. nafas kedua pemuda itu kini memburu sementara sang junior masih menancap dibawah sana. Keduanya kemudian saling merentangkan tubuh. Membiarkan tubuh mereka istirahat sejenak dan mengambil oksigen.

“merry Christmas and happy new year.” Ucap keduanya bersamaan.

Owariiiii~~

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar